Aksi Bom Bunuh Diri Serang Gereja Di Makasar

Aksi bom bunuh

Iskandarnote.com Aksi bom bunuh diri kembali terjadi di sebuah Gereja Katedral di makasar, Sulawesi selatan pada pukul 10.35 WITA.

Aksi yang masuk dalam tindakan terorisme ini terjadi pada saat jemaat sedang melakukan ibadah di Gereja Katedral di Jl. Kajaolalido Makasar.

Ledakan yang diduga dari Bom rakitan yang di bawa pelaku ini mengakibatkan 9 korban harus menjalani perawatan di Rumah sakit.

9 korban tersebut terdiri dari 4 orang jemaat dan 5 orang petugas gereja.

Mendengar informasi tersebut banyak pejabat public yang memberikan komentarnya terhadap kejadian itu.

Salah satunya adalah Danny Pomanto sang Wali kota Makasar yang berkomentar setelah dirinya datang langsung memantau tempat kejadian perkara aksi Bom Bunuh diri tersebut.

Danny bercerita mengenai kronologi kejadian dimana sang pelaku belum sampai di pintu utama karena sebenarnya sudah ditahan masuk oleh  petugas keamanan gereja.

Wali kota Makasar itu juga menjelaskan bahwa pelaku sebenarnya mengincar pintu utama sebagai target peledakan karena pelaku menginginkan banyak jemaat gereja yang menjadi korban.

Namun pada akhirnya pelaku meledakan bom itu di pintu samping.

“Jadi yang pertama adalah kepolisian sudah bekerja di lokasi bersama kapolrestabes dan jajarannya. Saya juga sudah berada di dalam gereja. melihat kondisi masyarakat saya,” katanya, Minggu (28/3/2021).

Danny berharap Masyarakat tetap tenang dan jangan panik serta secara tegas menghimbau agar masyarakat tidak mengupload foto ataupun video kondisi potongan tubuh korban di media sosial.

“Masyarakat diharapkan agar tenang, jangan memposting gambar-gambar yang melemahkan kita semua,” katanya.

Setelah kejadian ini Danny berjanji akan mengadakan evaluasi seluruh kegiatan keagamaan di wilayah makasar secepatnya setelah penyelidikan kasus tersebut selesai dan mengetahui secara pasti pelaku dan motif Aksi bom bunuh diri itu.

Baca Juga :   Penyebab Kebakaran Kilang Minyak di Indramayu

Sementara secara terpisah Menko Polhukam Mahfudz MD mengatakan ada dua motif dari aksi itu.

Dirinya memberikan analisis bahwa aksi itu kemungkinan di landasi perjuangan agama atau sebagai upaya adu domba.

Mahfudz mengatakan jika kejadian itu terdapat motif perjuangan agama adalah merupakan hal yang salah kaprah karena tidak ada satupun agama yang mendukung aksi terorisme.

Dirinya lebih cenderung menilai kejadian ini adalah upaya untuk mengadu domba yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin merusak NKRI.

You May Also Like

About the Author: pastisultanbos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *