Alasan 12 Tim Raksasa Eropa Ngotot Adakan Liga Super Eropa.

Liga Super Eropa Adalah

Iskandarnote.com Dunia persepakbolaan dunia sedang gempar terutama di Kawasan Eropa. Bagaimana tidak 12 tim besar dari masing-masing liga top eropa secara bersama mendeklarasikan sebuah liga baru yang di kenal dengan nama “ EUROPEAN SUPER LEAGUE”.

12 tim pencetus liga tersebut diantaranya adalah 3 Tim dari Serie- A Italia yakni AC Milan, Inter dan Juventus , 6 Tim besar dari liga inggris yakni MU, Chelsea, Manc. City, Arsenal,serta Tottenham. Dan di tambah 3 raksasa asal La Liga Spanyol yakni Madrid, Barcelona dan juga Atletico Madrid.

Keikut sertaan mereka dalam Liga Super Eropa sebenarnya sangat beresiko bagi para pemain dan juga tim sepak bola itu sendiri.

Perlu di ketahui. Liga Super Eropa adalah liga yang di cetus dari para pemilik klub sepak bola yang tadi admin sebutkan namun di luar dari naungan FIFA dan UEFA.

Jadi Menanggapi Hal itu FIFA dan UEFA langsung memberikan peringatan bagi klub mana saja yang berpartisipasi di Liga Super Eropa itu.

Peringatan itu berupa ancaman Banned tim dari segala kompetisi dibawah naungan FIFA, artinya 12 tim tersebut tidak berhak mengikuti kompetisi domestik di negara mereka masing-masing.

Dan juga kompetisi sepakbola level eropa lainnya yakni Liga Champions. Bahkan FIFA siap mencoret nama pemain sepak bola yang mengikuti kompetisi liga super eropa dari gelaran Piala Eropa dan Piala dunia.

Tentunya hal itu akan sangat merugikan bagi tim maupun pemain sepak bola itu sendiri.

Baca Juga :   Hasil Pertandingan FINAL Leg Pertama PIALA MENPORA 2021 antara Persija Jakarta VS Persib Bandung 2-0

Namun sebenarnya ada alasan apa saja yang melandasi 12 tim itu tetap ngotot membuat liga super eropa tersebut?

Kali ini admin akan sedikit mengulas dan berbagi informasi mengenai.

Alasan 12 Tim Raksasa Eropa Ngotot Adakan Liga Super Eropa.

Kerugian tim pada musim 2019/20

Berdasarkan informasi yang di himpun dari majalah berita di swiss menyebutkan bahwa 12 tim pencetus Liga Super Eropa mengalami total kerugian sampai 1,2 M poundsterling.

Hal ini adalah dampak dari pandemic virus Covid-19 yang mengakibatkan jalanya pertandingan setiap liga tidak ada penonton.

Bayangkan saja pada musim ini tim tersebut memainkan liga secara full tanpa adanya pemasukan dari jualan tiket pertandingan.

Klub-klub tersebut juga tidak mendapat pemasukan dari penjualan merchandise , Fnb selama Laga dan lain sebagainya.

Padahal kita tahu pemasukan dari satu pertandingan saja angkanya cukup fantastis, Liverpool saja yang biasanya mendapatkan uang total 84 juta Pundsterling dari matchday pada musim ini sama sekali tidak mendapatkan uang itu.

Dari kerugian itulah banyak klub yang akhirnya mengalami kesulitan secara finansial yang berpengaruh terhadap belanja pemain sehingga imbasnya adalah performa klub menurun.

Ide Liga Super Eropa Sudah Lama

Ide diadakan liga super eropa ini datang dari dua taipan asal Amerika Serikat yakni Joel Glazer ( united ) dan Jhon W Henry ( Liverpool) yang kemudian di sampaikan ke owner-owner klub raksasa tersebut dan mulai ngebet buat cepat diadakan liga itu.

Ide itupun ikut di amini oleh presiden Real madrid Florentino Perez dan juga presiden Juventus Adrea Agneli yang merupakan orang penting di UEFA.

Agneli dan Perez kemudian mengadakan pertemuan dengan dalih membahas ECA (Asosiasi Klub Eropa) namun tidak melaporkannya ke UEFA.

Agneli pun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari petinggi UEFA dan di tengarai hasil dari pertemuan ini adalah terbentuknya Liga Super Eropa.

Baca Juga :   Aksi Bom Bunuh Diri Serang Gereja Di Makasar

Bonus Partisipasi dan Hadiah Yang Fantastis

Di cetusnya Liga Super Eropa benar-benar membuat pemilik klub ngebet ingin mengikuti kompetisi tersebut karena hadiah yang menggiurkan.

Bayangkan saja setiap klub yang mengikuti Liga Super Eropa berkesempatan mendapatkan dana dukungan total senilai 3,5 Miliar Euro.

Selisih 2x lebih banyak dari yang mereka dapatkan jika mengikuti Liga Champions Yakni hanya 1,95 Miliar Uero saja.

Apalagi sesuai yang di kabarkan oleh Per New York Times menyebutkan klub peserta Liga Super Eropa akan mendapatkan 400 juta Euro . Sebuah angka 4X Lipat lebih banyak dari yang di dapatkan Bayern Muenchen Ketika menjuarai Liga Champions.

Jadi dengan kata lain klub hanya ikut berpartisipasi saja dalam liga ini sudah bisa mendapatkan sejumlah uang setara dengan ketika mereka menjuarai Liga Champions.

Sumber Dana Liga Super Eropa Yang Terjamin

Liga Super Eropa Jelas akan menjadi daya tarik sendiri dan akan menarik siapapun untuk ikut beriklan pada kompetisi tersebut.

Tentunya hal itulah yang akan senantiasa mendorong kuatnya perputaran uang pada liga tersebut.

Apalagi setiap pekan dari liga ini adalah pertandingan Big Match yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dan merupakan nilai komersial yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu lah kontrak Hak siar yang sudah di sepakati oleh DAZN ( pemilik Hak siar Serie-A saat ini untuk berinvestasi pada liga super eropa ini dan sudah pasti menyentuh angka Miliaran Euro.

Ditambah kabaranya adanya investasi dari JP Morgan Chase & Co yang merupakan Bank asal Amerika Serikat yang kebetulan mempunyai hubungan dekat dengan Joel Glazer (MU).

Pemasukan Liga Champions Menurun

Alasan lain yang membuat 12 tim ini membentuk Liga Super Eropa adalah adanya pengurangan pemasukan yang di berlakukan oleh UEFA .

Baca Juga :   10 Hari Terakhir Ramadhan Jangan Lupa I’tikaf

Hal inilah yang akhirnya membuat anggapan bahwa Liga Champions sudah tidak menarik lagi bagi para klub raksasa tersebut.

Belum Lagi Liga Super Eropa menjamin dan menggaransi adanya suntikan dana untuk terus bermain di liga ini.

Jadi tim seperti AC Milan, Arsenal, Spurs tidak perlu khawatir lagi mendapatkan pemasukan yang konsisten tiap tahunnya.

Selain itu ketimpangan pendapatan antar liga yang dialami oleh Serie-A akan teratasi pada liga Super Eropa ini.

Jadi tim dari serie A sudah tak perlu iri lagi dengan pendapatan klub dari liga top eropa lainnya.

Penutup

Keikut sertaan 12 tim elite eropa pada Liga Super Eropa memang menimbulkan pro dan kontra karena tidak melibatkan FIFA maupun UEFA.

Hal itulah yang akan mengakibatkan kerugian tersendiri bagi para pemain klub yang terancam tidak bisa bermain selain di Liga Super Eropa tersebut.

Keputusan yang diambil para pemilik klub tidak melibatkan diskusi dengan para supporter yang berdampak pada kekecewaan mereka .

Hal ini terkesan bahwa uang adalah tujuan utama dari terbentuknya Liga ini.

Para pemilik klub tidak memikirkan tradisi dunia sepak bola yang sudah berjalan puluhan tahun.

Banyak diantara pelatih dan pemain di 12 klub itu sendiri tidak menyetujui akan hal itu. Namun keputusan pemilik Klub masing-masing tidak mampu mereka lawan.

Demikian pembahasan Alasan 12 Tim Raksasa Eropa Ngotot Ikut Liga Super Eropa kali ini.

Admin akan terus berusaha memberikan informasi yang sedang menjadi perbincangan netizen secara cepat .

Dukung terus iskandarnote.com dengan membagikan artikel ini . Terima kasih

You May Also Like

About the Author: pastisultanbos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *