Aplikasi Kontak Jodoh Tinder Yang Rentan Doxing

Iskandarnote.com Bagi sebagian orang, mencari teman baru melalui aplikasi kencan adalah suatu hal yang menyenangkan. Fleksibilitas yang tak terhingga membuat siapa saja bisa menemukan teman kencan baru dari berbagai daerah.

Nah, salah satu aplikasi kencan paling popular adalah Tinder. Aplikasi Tinder ini menggunakan robot Artifcal Intelligence (AI) untuk membantu para penggunanya menemukan teman kencan yang dianggap match.

Tapi, ada satu hal yang perlu Anda ingat saat menggunakan aplikasi semacam ini. Kaspersky mengungkapkan bahwa potensi doxing dan penguntitan cukup tinggi. Meski jika dibandingkan dengan tahun 2017 silam, kini aplikasi kencan sudah mendapat dukungan teknik yang lebih mumpuni, terutama pada sektor transfer data.

Hanya saja, apk kencan seperti Tinder masih tetap memiliki risiko besar dalam hal ekspor informasi pribadi secara berlebihan. Hal ini membuat para penggunanya terancam doxing ataupun cyberstalking.

Dalam keterangannya, Kaspersky menyebutkan, selain aplikasi Tinder ada delapan apk kencan lain yang memiliki potensi sama, yakni Bumble, Mamba, OkCupid, Pure, Her, Happn, Feeld dan Badoo.

Cara Pelaku Menguntit Pengguna Aplikasi Kencan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dibandingkan tahun 2017, risiko doxing memang sudah menurun drastis. Hal ini terbukti melalui riset yang menunjukkan tidak adanya aplikasi yang menggunakan HTTP serta melakukan pengiriman data saat protocol tidak aman.

Walau begitu, masalah privasi yang signifikan tidak bisa dihindari. Sebab, sebagian aplikasi kencan seperti aplikasi Tinder akan meminta pengguna mendaftar akun dan diintegrasikan dengan jejaring social, seperti Instagram, Facebook, dan lain sebagainya.

Nah, jika Anda memilih untuk melakukan hal tersebut, maka akun Tinder akan terisi dengan informasi yang terdapat pada situs media social tersebut. Termasuk diantaranya foto dan biodata pribadi.

Anda juga akan diundang untuk mengisi beberapa informasi tambahan, seperti tempat kerja, sekolah/universitas dan beberapa data lainnya. Seluruh informasi tersebut akan membuat pengguna lain menemukan jejaring social Anda dengan mudah. Alhasil, potensi doxing atau peretasan pun menjadi sangat tinggi.

Lalu bagaimana cara untuk meminimalisir potensi doxing dari aplikasi Tinder dan kawan-kawannya? Cara pertama yakni dengan meminimalisir pembagian informasi pribadi. Bukan hanya di aplikasi kencan saja, namun juga media social lain. Terkecuali jika ada kebutuhan tertentu, seperti untuk bisnis.

You May Also Like

About the Author: pastisultanbos

Leave a Reply

Your email address will not be published.