Cerita Unik Lebaran Bersama Tetangga Ditengah Pandemi Covid19

Idul Fitri di tahun 2020 di tengah pandemi corona ini memang cukup banyak sisi positif dan negatif.

Sisi negatifnya banyak tidak bisa mudik ke kampung halaman. Dan Sisi positifnya saya bisa merasakan sholat ied dengan teman-teman yang biasanya mudik namun tahun ini tidak mudik.

Dan bagi saya ini merupakan lebaran yang cukup langka, karena mungkin tidak akan saya rasakan lagi pada tahun-tahun berikutnya.

Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak pulkam meskipun kampung halaman saya sangat dekat.

Apalagi setelah saya merasakan bagaimana kepedihan mas berti, arif dan tetangga saya yang lainnya.

Ada suatu cerita yang menarik yang saya lihat langsung ketika malam takbiran. saya melihat mas berti tetangga saya seperti sedang menahan tangis ketika sedang takbiran.

Matanya merah.
Ingin nangis tapi malu.

Dan mungkin tangisnya makin menjadi-jadi karena melihat fakta bahwa lebaran ini dia masih belum bisa menemukan tambatan hatinya. Sabar yo mas… ๐Ÿ˜ฅ stock sabun masih banyak di bos saiful๐Ÿ˜ข.

Ada juga cerita arif yang sering menulis status whatsapp tentang kampung halamannya yang ia rindukan. “Lihatlah mak, meski jauh anakmu masih bisa tersenyum” tulis di status whatsapp nya.

Mas Alif yang tidak bisa pulang kampung, padahal ia belum lama ditinggal ayahnya. Sabar yo mas ๐Ÿ˜ข.

Bos saiful yang posting status whatsapp karena kangen ketupat lebaran buatan ibunya. Tapi mungkin kesedihannya sedikit reda karena terobati oleh jagoan barunya yang ganteng.

Itulah sedikit cerita lebaran ditengah pandemi covid19. Semoga kalian sehat dan bahagia selalu sodaraku.

Oia terakhir ustadkuh. Rudiza, yang hanya dia satu-satunya yang memakai baju baru saat lebaran tahun ini. Sehat selalu tadz.

Baca Juga:  Cerita Sahabat Kecil: Antara Keluarga Atau Teman

Bang boy dan pak wardi komandan kita. Roji humas kita, yang gak bisa saya ceritain karena saat lebaran mereka belum bisa hadir.

Semoga kalian sehat semua, maafkan saya jika ada salah dan sering menyusahkan kalian. Minal aidzin wal faidzin.

Note: pak shanas, bung kus dan ahmad juga ada.

2 pemikiran pada “Cerita Unik Lebaran Bersama Tetangga Ditengah Pandemi Covid19”

Tinggalkan komentar