Fakta-Fakta Pulau Sangihe Hingga Viral di Media Nasional

Iskandarnote.com Meninggalnya wakil Bupati Helmud Hontong yang dinilai janggal membuat banyak portal berita nasional memperbincangkan pulau Sangihe dan mega proyek yang tengah dibangun di kepulauan ini.

Diketahui, wakil Bupati Sangihe tersebut telah menolak proyek pertambangan PT. Tambang Mas Sangihe. Namun, setelah kejadian meninggalnya wabup Sangihe, masyarakat kemudian dibuat penasaran seberapa menarik lahan pertambangan emas di Sangihe?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut fakta-fakta pulau Sangihe.

Fakta Menarik Mineralisasi Emas dan Tambang di Kepulauan Sangihe

Kondisi alam yang sebagian besar didominasi oleh batuan vulkanik membuat pulau Sangihe menawarkan prospek mineral Binebase, Taware dan Bawone yang begitu menggiurkan.

Binebase dengan emas yang terbuka di permukaan serta Bawone dengan emas sulfida dangkal yang muncul hingga permukaan adalah prosepek paling maju dari Pulau Sangihe. Sementara Taware didominasi oleh alterasi lempung-pirit dan aliran lava adesit menjadi lokasi intrusi dangkal. Pada area ini, semakin banyak dilakukan pengeboran, maka dapat menentukan tingkat mineralisasi.

Pihak setempat pun telah menemukan zona mineralisasi emas dan sulfida di Binabase, yakni 900m x 425m ke arah timur laut. Sedangkan pengeboran menunjukkan zona teroksidasi bisa mencapai ketebalan 60m dengan kadar >1 g/t Au.

Fakta-Fakta Pulau Sangihe Lainnya

Selain fakta tentang pertambangan emas yang berhasil mencuri perhatian banyak pihak, ada banyak fakta-fakta pulau Sangihe lain yang tak kalah menarik. Berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Gunung Api Bawah Laut

Kepulauan dengan semboyan “Sohahe Kai Kehage” ini memiliki sebuah gunung api di bawah laut dengan ketinggian 400 meter dari dasar laut. Puncaknya sendiri berada sekitar 8 meter di bawah permukaan laut.

Keberadaan puncak gunung berapi tersebut ditandai dengan gelembung yang muncul di antara bebatuan. Diketahui, suhu air di area gunung berapi bisa mencapai 37-38 derajat, sehingga penyelam tanpa peralatan khusus sangat dilarang mendekati area puncak gunung.

  • Gerbang Masuk Burung Migran

Selain gunung di dalam laut, pulau Sangihe juga menjadi gerbang masuk burung migran, tepatnya di puncak Lenganeng atau Pusuge yang berada di ketinggian 443 mdpl. Jika beruntung, Anda bisa melihat migrasi burung pemangsa (reptor) dari Semenanjung Korea dan Jepang.

Dari ketinggian Pusuge, Anda juga dapat menikmati panorama alam pulau Sangihe yang begitu menawan.

  • Upacara Adat Tulude

Adat istiadat di pulau Sangihe masih sangat terjaga. Salah satu yang masih dilangsungkan secara rutin adalah upacara Tulude. Upacara yang merupakan simbol persatuan, kerukunan dan kebersamaan ini akan diawali dengan ritual khusus.

Tetua adat setempat akan menyelam hingga ke lorong laut sembari membawa piring putih dengan emas sebagai persembahan bagi Banua Wuhu. Setelah prosesi sakral ini selesai, acara dilanjutkan dengan pembuatan kue adat Tamo untuk pesat rakyat dan acara Saliwangu Banua.

Beberapa fakta-fakta pulau Sangihe di atas menunjukkan betapa besar kekuasaan Tuhan. Sebagai warga Indonesia, sudah sepatutnya kita bangga lahir di tanah dengan kekayaan luar biasa.

You May Also Like

About the Author: pastisultanbos

Leave a Reply

Your email address will not be published.