Novel Penjara Hati Sang Ceo Lengkap Download Gratis pdf

Lanjutan…
Alea sambil mengamati putra kecilnya yang saat ini telah berumur lima tahun. Setiap ia mengamati putranya itu dengan serius, ia merasa rasa sakit dihatinya karena ia putranya ini harus hidup tanpa kasih sayang sang Ayah. Tanpa Alea sadari air matanya menetes membuat Dea memegang bahu Ale dan kemuidan mencubit lengan Alea membuat Alea tersenyum kembali.

“Cari Papa baru untuk Arga Le!” ucap Dea membuat Alea tersenyum. Dea sudah banyak berkorban demi dirinya, ia ingat betul bagaimana Dea menjaga, melindungi dirinya dan Arga selama bersama.

“Kau juga harus moveon De! Kemarin kenapa nolak diajak pacaran sama Rado?” tanya Alea.

“Aku nggak suka Le, aku masih betah sendiri. Sebenarnya dia baik karena dia tidak peduli dengan aku yang telah memiliki anak,” ucap Dea membuat Alea tersenyum karena Dea selalu mengatakan jika ia telah memiliki anak dan Arga menjadi salah satu alasanya menolak laki-laki yang mendekatinya.

“Dea…Dea pada hal aku yang jandaa eh…kamu yang ngaku janda,” ucap Alea menghela napasnya. Besok Alea akan mulai bekerja.

“Aku hanya ingin mereka tahu Le, aku tidak akan pernah bisa mengabaikan Arga dan kamu karenaa kalian adalah bagian penting dalam hidupku,” ucap Dea membuat Alea tersenyum dan ia segera memeluk Dea dengan erat.

“Sayang banget sama kamu De, kamu adalah sahabat terbaik yang aku punya,” ucap Alea.

Arga mendekati keduanya dan melihat keduanya dengan dengan tatapan aneh.

“Kok pelukan, Mama sama Bunda?” tanya Arga.

“Memang nggak bole ya Ga?” goda Dea.

“Boleh Ma, tapi Arga juga pengen dipeluk!” ucap Arga membuat Alea segera menggendong Arga dan ketiganya saling berpelukan.

Baca Juga :   Fakta-Fakta Kecelakaan Bus Maut di Sumedang Yang Tewaskan 27 Orang

Alea merasa sangat terharu karena bagi Alea saat ini hanya Dea dan Arga, keluarga yang ia miliki. Alea memejamkan matanya dan bayangan wajah tampan yang angkuh “sang seno” itu kembali terbayang diingatannya.

Senopati yang begitu gagah dan menawan, mungkin Senopati telah melupakannya atau bahkan telaah menikaah dengan perempuan lain.

“Ma, Bun kapan kita jalan-jalan?” tanya Arga membuat Alea dan Dea segera melepaskan pelukannya.

“Nanti kalau Mama dan Bunda libur kerja!” ucap Alea.

“Janji ya Ma, Bun!” pinta Arga.

“Janji” ucap Alea dan Dea bersamaan.

You May Also Like

About the Author: sale iskandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *