Rasis Anti Asia Marak Di Amerika

Rasis Anti Asia

Iskandarnote.com Baru-baru ini isu StopAsianHate ramai di perbicangkan di sosial media dan banyak menimbulkan tanda tanya kenapa hal ini terjadi.

StopAsianHate adalah tagar yang di gaungkan para netizen sebagai upaya seruan menghentikan aksi rasis terhadap orang-orang asia di sejumlah negara di Kawasan Amerika.

Tidak sedikit Warga Asia yang hidup di Amerika merasa terguncang secara psikologis setelah menerima bertubi-tubi serangan atau kejahatan yang bersifat rasialis.

Dan hal itulah yang memang melandasi orang terus mencuitkan tagar #StopAsianHate di akun akun sosial media mereka.

Dengan cuitan tagar tersebut para warganet berharap tindakan rasisme terhadap orang asia segera di hentikan karena dapat menimbulkan kekacauan yang lebih parah.

Banyak juga warga Amerika serikat yang turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas mereka menentang aksi rasis yang belakangan menjadi isu besar di Negara Adidaya itu.

Diketahui aksi rasisme terhadap orang-orang Asia meningkat secara tajam sejak awal virus covid-19 menyerang dunia.

Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa kasus Covid-19 yang pertama kalianya di laporkan di Wuhan China.

Apalagi sikap dari Presiden Amerika Serikat sebelumnya yaitu adalah Donald Trump yang kerap sekali menuding Cina bertanggung jawab atas penyebaran virus ini .

Dari pernyataan Donald Trump itulah muncul pembullyian terhadap orang China dan menyebut virus ini sebagai virus China dan juga sebutan virus Kung-Flu dan juga berbagai sebutan-sebutan lainnya sehingga semakin meningkatkan isu rasisme terhadap orang Asia di Negeri Paman Sam  

Sesuai data dari hasil riset yang dilakukan oleh organisasi StopIPPIhate yang melacak tindakan rasis dan kebencian serta diskrimansi terhadap orang asia ternyata tercatat lebih dari 500 insiden dalam 2 bulan pertama di tahun 2021.

Baca Juga :   Artinya Ghosting dari Felicia Tissue ke Kaesang dan ini sosok Nadia Arifta

Dan terdapat sekitar 3795 laporan kasus sejak 1 tahun terakhir dan 68 diantaranya ini adalah pelecehan verbal sementara 11% diantaranya adalah melibatkan serangan fisik.

Tindakan rasis terhadap orang-orang Asia tersebut umumnya terjadi di kota-kota besar di Amerika seperti New York dan Los Angeles.

Seperti kita ketahui Amerika adalah negara dengan warga negara multi Ras yang tersebar di berbagai negara bagiannya.

Namun dengan kemajemukan itu malah membuat Amerika menjadi negara yang memiliki tingkat Rasis paling tinggi di dunia.

Bahkan kasus terakhir yang terjadi pada 17 maret 2021 lalu di kota Cherokee Atlanta terjadi aksi penembakan maut di tiga panti pijat yang terdapat di kota tersebut.

Kejadian itu menewaskan 8 orang Asia akibat luka tembak dan 6 diantara korban adalah wanita keturunan asia yang memiliki darah korea selatan.

Diketahui pelaku adalah warga AS berumur 21 tahun diduga motif utama dari penembakan itu adalah pelaku terbawa isu rasis yang santer beredar di lingkungannya.

Selain kejadian pembunuhan terhadap orang asia itu berbagai kejahatan lainnyapun terjadi diantaranya adalah pembunuhan terhadap warga Thailand, Penyerangan brutal yang terhadap pria Asia berumur 67 tahun di San Fransisco serta pemukulan terhadap Denny Kim.

Denny Kim sendiri adalah warga keturunan korea berusia 27 tahun, sebelum pemukulan sang pelaku berteriak menyebutkan bahwa kamu mengidap virus China kembalilah ke China.

Informasi terakhir menyebutkan kejadian seperti itu sudah menjadi sehari-hari yang dialami warga keturunan Asia yang hidup di Amerika Serikat.

Tidak sedikit pula kejadian seperti itu yang terekam kamera dan kemudian viral di media sosial di sana.

Kejadian Rasis kepada orang Asia sebenarnya tidak hanya terjadi di AS, melainkan negara-negara lainnya di Kawasan eropa dimana yang paling sering terjadi adalah di negara Jerman.

Baca Juga :   Drama PP 666 Vs PP Halal Yang Menjadi Viral

Di negara dengan mayoritas berkulit putih itu sering terjadi umpatan-umpatan yang di tujukan kepada orang Asia yang terlihat.

Aksi tersebut kerap terjadi di tempat umum di wilayah Jerman dan tidak sedikit yang berakibat pada kekerasan fisik.

Namun begitu warga yang melihat aksi rasis itu lantas tidak menghiraukan sama sekali dan menganggap sebagai hal biasa.

Kejadian yang hampir sama terjadi di negara eropa lainnya seperti Inggris , Australia dan Kanada dimana di negara tersebut ras Asia menjadi minoritas.

You May Also Like

About the Author: pastisultanbos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *